top of page

Dilemma Middle Manager: Maju Kena Mundur Kena Harus Bagaimana? | #35



Minggu ini post gue soal middle manager dapat lumayan banyak sambutan di Instagram dan LinkedIn

Menarik untuk kita bahas lebih lanjut ngueih sepertinya


Di episode ini lo akan belajar tentang:

  • Realita kehidupan middle manager

  • Caranya grow sebagai manager

  • Tips buat yang baru mau jadi manager

Let’s go

Realita kehidupan middle manager

In case lo belum lihat, post ini yang gue maksud di opening gue



Nah dari banyak hal di atas, kerjaan seorang manager itu meliputi

  • Ngurusin tim membernya

  • Nego dengan departemen sebelah

  • Manage ekspektasi atasan


Sebenernya dari role ini udah bukan cuma sandwich sih karena ada juga tekanan dari samping

Gue paham banget ada di posisi ini karena gue pernah dan masih jadi manager

Perlu bener bener menjaga keseimbangan supaya bisa perform lancar

  • Diomelin sama atasan tapi pas sampein ke bawah mesti diperhalus bahasanya

  • Tim member ga perform tapi pas update ke atas berusaha ga blaming

  • Mesti beresin OKR sendiri eh malah direcokin tim sebelah

Beneran kayak film Warkop, Maju Kena Mundur Kena


Anyway, realita jadi manager ga selalu ga enak kok

Ada hal hal yang menurut gue seru banget ketika jadi manager

Oiya gue ga akan bahas soal gaji, jabatan, dan prestige

Karena itu hal yang udah lumrah didapatkan sama seorang manager

Instead gue mau bahas manfaat lain jadi middle managers


Pertama, bisa diajak untuk mikir hal yang strategis

Waktu jadi individual contributor, fokus lebih ke eksekusi

Ketika mulai posisi managerial, mulai tuh dilibatkan ke informasi yang lebih confi

Mulai juga diminta untuk bisa berkontribusi di meeting strategis


Kedua, mengasah people skill

Banyak orang yang jadi manager dengan modal performanya sebagai individual contributor

Ga heran people skillnya belum terlalu terlatih

Nah jadi manager itu kesempatan emas untuk bisa mengasah itu semua


Ketiga, berdampak pada hidup orang

Ini jarang disebut tapi buat gue ini yang bikin jadi manager itu fulfilling

Kadang input kita bisa mengubah arah karir seseorang

Even kita ngasi input yang taktis, itu juga bisa buat dia jadi individu lebih baik

Nah kemampuan ini menurut gue sangat berguna sih


Mau jadi executive leader, udah ada modal memanage secara operasional

Mau jadi pebisnis, udah biasa untuk mikir, manage, dan impact

Mau jadi stay at home parent juga bisa merencanakan dan eksekusi parenting dengan oke


Kenapa gue share ini semua?

Karena sayang aja bahasan soal middle management selalu soal ga enaknya

Padahal ada banyak manfaat yang didapatkan kalau kita melihat dari sudut pandang lain

Sampai disini mungkin beberapa dari lo ada yang skeptis

Karena pengalaman managerial lo tidak seoke itu

Mari kita bahas tipsnya


Caranya grow sebagai manager

Buat para manager, yuk kita terus belajar dan mengembangkan diri

Lo bisa coba 3 step ini


Step 1: Cari tahu area of improvement

Ada 3 cara lo melakukan ini

  • refleksi diri mengenai performa lo

  • minta masukan dari atasan, bawahan, dan peer

  • baca buku untuk paham standar manager yang oke


Kalau bisa ketiganya bagus, bisa salah satu juga oke

Ketika lo dapat masukan, sebisa mungkin pahamin kenapa mereka ngasi masukan itu

Kalau lo defensif, akan sulit buat mereka terbuka buat ngasi masukan


Step 2: Tingkatin pengetahuan dan skill elo

Setelah tahu apa yang mau lo tingkatin, then take action

Bisa dengan

  • Ikut training

  • Dimentorin sama atasan kita

  • Mempraktekkan itu di kehidupan sehari hari


Pas pertama jadi manager, gue baca buku Radical Candor

Buku itu mengajarkan gue gimana jadi manager yang asertif

Sampe gue baca buku itu tiap kali gue mau 1-1 sama tim gue


Step 3: Minta masukan secara berkala

Setelah dicoba, minta deh feedback sama orang orang di sekitar lo

Pas minta feedback, jangan cuma bilang

”Ada feedback buat gue?”

Instead, coba bilang

“Gue lagi work on skill komunikasi gue. Terutama katanya kalau gue ngomong itu suka kecepetan. Nanti kalau pas gue presentasi ngomognya kecepetan, tolong ingetin gue ya.”


Cara ini lebih efektif karena

  • spesifik di aspek yang perlu diperhatikan

  • menunjukkan lo sudah aware akan masalahnya

  • menunjukkan lo punya itikad baik

Manager training adalah salah satu training yang paling sering dipesan sama klien gue

Kalau kantor lo berminat untuk explore, bisa isi form di bawah ini ya




Kalau belum jadi manager gimana?

Well, banyak sih yang bisa lo lakukan


Pertama, berempati sama manager lo

Semoga dari baca post ini lo udah makin kebayang mengenai realitas hidup manager

Ga mudah karena perlu dealing dengan banyak stakeholder

Jadi kalau manager lo ada kurang kurang, harap maklum

Mendingan lo nabung amal baik deh biar pas nanti jadi manager ga banyak yang julid sama lo


Kedua, deliver kerjaan lo dengan independen

Cara ini win win banget banget buat lo dan manager lo

Manager lo jelas happy karena lo bisa ngeringanin kerjaan dia

Lo juga akan lebih likely dapat kenaikan gaji

Nih salah satu follower gue udah coba



Kalau lo mau jago deliver, skill yang lo butuhin adalah project management

Gue baru program belajar project management yang bisa lo akses kapan aja dimana aja

Cek disini


Ketiga, cicil latih people skill

Nah mumpung lo belum jadi manager, kesempatan bagus untuk curi start

Coba deh asah terus kemampuan lo dalam berhubungan sama orang

Bisa dengan ngajak ngomong driver ojol

Bisa juga dengan aktif di komunitas

That’s it for this week


Buat para manager, semangat ya

Buat para calon manager, ringanin beban manager lo

Asli itu win win banget

Good luck buddy!


Content of the week

Salah satu posisi paling menantang di kantor adalah menjadi middle manager. Ketika lo punya atasan dan juga bawahan sekaligus. Dinamikanya sangat berbeda ketika jadi top manager atau bawahan. Gue bahas lengkap di sini.

Keputusan karir lo ga harus make sense di mata orang lain. Gue bahas 3 alasan fundamental di sini. Harapannya adalah supaya kita bisa percaya hati kita dan ga menjadikan pilihan orang lain.

Ada 2 jenis istirahat, 1. Istirahat yang sukses bikin kita jadi lebih segar dan berenergi lagi; 2. Istirahat yang tidak produktif, yang malah bikin kita jadi pusing, lemes, dan stres. 3 Pilihan yang bisa lo coba.

Di awal karir, gue mengira tugas gue cuma menyelesaikan kerjaan dengan baik. Gue cuma fokus kerja dan kurang perhatiin aspek lainnya. Setelah berinteraksi dengan banyak orang, gue belajar 5 kebiasaan unik orang yang enak diajak kerja bareng.

2 views0 comments

תגובות


bottom of page