top of page

3 Jenis burnout yang pernah gue alami selama berkarir | #37

Beserta tips praktikal untuk mengatasinya



Hi buddy!

Di episode kali ini gue mau sharing pengalaman gue mengalami burnout

By the end of this episode lo akan belajar tentang

  • Burnout 101

  • Overload Burnout

  • Depletion Burnout

  • Misalignment Burnout

  • Cara mengatasi semua burnout tsb.


Kalau lo baca sampe bawah, gue share secara terbuka mengenai apa yang gue tulis di jurnal gue ketika gue di ambang misalignment burnout


Special thanks buat buku Feel Good Productivity karangan Ali Abdaal yang memberikan referensi terminologi terhadap situasi yang gue pernah alami

Kalau lo belum baca, gue sangat recommend nonton dulu videonya disini

Let’s go


Burnout 101

Yuk kita samain persepsi dulu mengenai apa itu burnout

Menurut WHO, burnout adalah sebuah sindrom yang terjadi karena stress pekerjaan kronis yang tidak berhasil dimanage secara lebih baik

Burnout itu adalah fenomena di tempat kerja dan sebaiknya digunakan untuk menjelaskan fenomena di aspek lain dalam kehidupan


Tanda tanda kita mengalami burnout

  • Capek - kerja dikit capek, sampe sakit, ga napsu makan

  • Sinis - apatis, ga happy, pesimis

  • Ga efisien - ga produktif, ga bisa konsen


Ada 3 perbedaan antara burnout dan stress

  • Durasi; Burnout adalah stress yang terjadi dalam jangka waktu lama sedangkan stress biasanya terjadi dalam jangka waktu pendek

  • Peduli; Ketika kita stress kita terlalu peduli sedangkan kalo burnout kita terlalu capek untuk peduli

  • Harapan; Ketika kita stress, kita bisa melihat ujungnya sedangkan ketika burnout, kita ga melihat adanya harapan

Terus gimana solusinya?

Untuk menemukan solusinya kita pahami jenis jenis burnout

Mari kita bahas satu per satu


Jenis 1: Overload / Overexertion Burnout

Burnout jenis ini terjadi karena terlalu banyak yang dikerjakan di waktu yang bersamaan

Ketika kerjaan lagi hectic, yang kita lakukan adalah

  • gimana bisa ngerjain lebih cepat

  • gimana bisa punya kalender yang lebih efisien

  • gimana gue bisa kerjain semuanya


Ini make sense karena pendekatan ini lebih mudah untuk dilakukan

Unfortunately ini pendekatan yang malas

Malas untuk memikirkan apa yang benar benar penting

Gue mau menawarkan pendekatan yang sedikit lebih sulit di awal

Tapi akan membantu lo banget ke depannya


Step 1: Cari tau dulu semua hal yang perlu dilakukan

ini keliatan sepele tapi sering sekali kita skip

terutama buat lo yang ga punya to do list

keliatannya load kita baik baik aja

padahal sebenernya kerjaannya udah banyak banget


Step 2: Delegasikan yang bisa

ga semua hal perlu kita kerjakan sendiri

ada orang lain yang bisa mengerjakan dengan lebih baik dari kita

kalau lo tech savy, even consider delegasikan ke teknologi

disini skill untuk say no jadi makin penting


Step 3: Pahami apa yang perlu kita kerjakan

mulai dengan paham kualitas output yang diharapkan

dilanjutkan dengan menjabarkan step by stepnya

dan assign deadline untuk step step tersebut

In short project management bisa bantu lo usir burnout


Jenis 2: Depletion Burnout

Burnout ini terjadi karena kita tidak beristirahat dengan proper

Gimana ini bisa terjadi?

Karena ada miskonsepsi mengenai definisi istirahat

Let me explain


Ketika kita ga kerja, bukan berarti kita beristirahat

Semua tergantung dengan pilihan aktivitas kita dalam beristirahat

Pilihan yang paling umum adalah scrolling social media

Emang bener kalau scrolling socmed kita ga kerja

Tapi juga aktivitas ini ga nambah energi kita


Pilihan lain yang biasa diambil adalah pergi liburan

Ada bedanya antara trip dan istirahat

Trip adalah ketika kita ada target yang mau dicapai dan jalan jalan ambi

Istirahat adalah membiarkan kita ga ngapa ngapain

Solusinya?


Pertama, schedule break di antara pekerjaan kita

Ketika kita lagi break, sebisa mungkin kita beneran ga ngapa ngapain

Bisa juga dengan jalan jalan santai

Ini juga yang bikin gue suka ngerjain kerjaan admin kalau lagi capek karena rasanya seperti break


Kedua, cari hobi yang bikin kita santai

Sebisa mungkin punya hobi yang unrelated sama pekerjaan kita

Nah karena hobi dan kerjaan gue ada irisan yang besar

Gue biasanya set intensi dulu di awal, gue lakuin ini lebih ke pekerjaan atau hobi


Ketiga, kurangi rasa bersalah untuk istirahat

Kalau lo pernah merasa bersalah kalau istirahat itu wajar

Rasanya ga produktif dan ga faedah

Belajar dari atlit, gue jadi menyadari kalau istirahat adalah bagian dari productivity


Jenis 3: Misalignment Burnout

Burnout ini terjadi karena minimnya keselarasan antara apa yang kita lakukan dan diri kita sebenarnya

Ini biasanya terjadi ketika kita terlalu terobsesi untuk mencapai suatu tujuan

Dalam perjalanannya kita “terpaksa” mengerjakan hal yang ga sesuai dengan diri kita


Ada seorang teman yang memiliki integritas tinggi di pekerjaannya

Saking tingginya kadang kadang dia terlalu patuh dan merepotkan dirinya sendiri

Suatu hari dia diminta untuk bohong sama klien secara konsisten

Situasi ini bener bener bikin dia stress sampai akhirnya resign


Dari 3 jenis burnout, misalignment burnout ini yang paling tersembunyi

Kerjaan lo ga banyak gimana

Lo juga bisa istirahat secara proper

Tapi ada perasaan ga sreg setiap kali lo bekerja

Kalau lo menghadapi situasi ini, coba deh lakuin hal berikut


Pertama, cari tau apa tujuan lo kerja di tempat ini

Uang emang salah satu tujuan yang paling wajar

Coba deh nanya 1 level lebih dalam

Uangnya mau lo pakai buat apa?

Kalau masih ga bisa jawab, coba spend time disini karena ini bisa jadi kunci lo buat adress jenis burnout yang satu ini

Kalau udah dicoba dan buntu, coba lakuin tips selanjutnya


Kedua, setiap menghadapi kesulitan, selalu ingat why lo

Ini contoh yang pernah gue lakukan beberapa tahun lalu

Pada saat itu gue udah kepikiran buat resign tapi diminta untuk mengerjakan project yang sulit

Project itu seharusnya dikerjakan sama orang yang 2-3 level di atas gue

Tapi karena lagi ga ada orang, gue diminta untuk mengerjakan

Ini yang gue tulis


Ketiga, bikin progress dalam 3 hal penting dalam hidup lo

3 hal tersebut adalah: pekerjaan, kesehatan, dan hubungan

Setiap hari coba lakukan 1 hal yang bisa bantu lo berprogress di masing masing aspek tersebut

Dengan melakukan ini hidup lo akan lebih balance dan selaras


What’s next?

Tergantung banget dengan situasi lo saat ini

Kalau lo merasa baik baik saja, good for you

Semoga info ini bisa berguna kalau suatu hari lo ga baik baik aja


Consider sharing this ke network lo yang lo rasa membutuhkan

Kalau lo ga baik baik aja, coba self diagnose dulu kira kira lo mengalami apa

Sangat mungkin lo mengalami beberapa burnout sekaligus

Hopefully tips yang gue outline membantu lo untuk bisa get better

Feel free untuk reply dan let me know juga disini


Interesting stuff yang gue baca

Temen gue Andrew Prasastya bikin ebook gratis soal content marketing

Content marketing adalah penggunaan konten dalam proses marketing untuk mengedukasi calon pelanggan sambil bangun relationship along the way

Gue wish buku ini ada ketika gue mulai ngonten 4 tahun yang lalu

Ini table of contentnya

Kalau lo minat, langsung aja download disini ya



Content of the week

Dua hal itu kadang dilihat sebagai hal yang bertentangan. Setelah gue baca buku The Buddha and The Badass, gue belajar 9 tips menarik untuk bisa jadi ambisius dan zen di waktu yang bersamaan.

Gue pernah clueless banget tentang karir yang gue mau. Kenapa? Mulai dari banyak role yang bermunculan, overload informasi yang bikin kita galau, pilihan karir yang begitu variatif. Dari baca buku Lean Startup, gue mendapat perspektif menarik.

Banyak orang mengira jago di technical skill aja udah cukup untuk jadi manager. Padahal ada soft skill yang gak kalah pentingnya buat menjalankan tugas itu. Berikut 3 hal penting yang dimiliki manager berkualitas dari opini experienced leaders.

7 dari 10 milenial hidup dari gaji ke gaji. Gue menyadari ini persoalan yang gak sederhana. Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi. Mulai dari besaran gaji, kebutuhan, bahkan bisa juga sistem yang lebih holistik. Tapi di luar itu yuk introspeksi, ada 9 bad money habit yang sering bikin kita gagal mengelola keuangan.

3 views0 comments

댓글


bottom of page