top of page

Manfaat tersembunyi dari sebuah penyesalan |#25

Cerita penyesalan gue dan tips untuk move on dari penyesalan



Awalnya gue tipe ga percaya dengan konsep penyesalan

Gue mikir, buat apa menyesal toh udah kejadian

Ini pendekatan yang gue gunakan ketika gue putus, ditolak promosi, dan even di PHK

Keliatannya sih solid aja plan ini

Tapi ternyata dia punya efek samping


Tanpa sadar gue ternyata menggunakan pendekatan yang kurang tepat untuk penyesalan, yaitu dengan mengabaikan perasaan gue

Kenapa itu kurang tepat?

Karena ternyata rasa ga enak dari penyesalan itu ada gunanya

Mari kita kulik

Apa sih manfaat dari penyesalan

1. Meningkatkan kualitas keputusan kita

Sebuah penelitian dilakukan kepada sekumpulan orang sales yang penawaran pertamanya langsung diterima

Peneliti mancing mereka untuk menyesal dengan bilang,

"Kalau kalian ngasi harga pembuka lebih tinggi, komisi kalian lebih gede loh.”


Ternyata semakin mereka menyesal, semakin mereka prepared untuk pitch selanjutnya

Karena kebayang nyeseknya ketika gagal mendapat komisi yang lebih tinggi


Ini adalah pendekatan yang gue pakai ketika dulu gue rajin ikut kompetisi debat bahasa inggris waktu kuliah

Ketika gue lagi malas buat latihan, gue inget inget momen dimana gue kalah karena gue kurang persiapan

Ga cuma di inget tapi dirasain juga rasa malunya ketika tampil tapi ga maksimal

Inilah yang alhasil bikin gue jadi sangat rajin buat latihan


2. Meningkatkan performance

Di sebuah eksperimen, ada dua grup yang menyusun puzzle


Setelah selesai 1 ronde:

Grup 1 diminta membayangkan kalo mereka sebenernya bisa achive result yang lebih baik

Grup 2 dibilangin kalo mereka harusnya bersyukur kalo mereka udah mencapai hasil ini


Grup 1 merasakan emosi negatif sedangkan Grup 2 merasakan emosi positif

Begitu ronde 2 dilakukan, ternyata grup 1 perform jauh lebih baik daripada grup 2


Hasil studi ini membuktikan hipotesis kalo ternyata penyesalan itu bisa improve performance

Tetapi, ada 2 situasi dimana penyesalan ga meningkatkan performance


Situasi 1: Ketika mereka merasakan emosi negatif itu dilakukan berlarut larut

Situasi 2: Ketika pembeda dari hasil itu merupakan faktor eksternal di luar kontrol kita

Maka dari itu rasain emosi negatif secukupnya dan fokus sama apa yang bisa kita kontrol


3. Memperdalam makna

Kita tinggal di dunia yang semakin bising dan menganggap semua hal itu penting

Jadi makin susah untuk tahu sebenernya apa sih yang beneran bermakna buat kita

Nah penyesalan ini jadi salah satunya


Gue juga pernah punya penyesalan besar

Gara-gara dulu pas SMA gue ga jadi memilih psikologi padahal gue pengen banget

Gue malah masuk di teknik

Gue menyesal kenapa dulu gue segitu takutnya mengambil keputusan yang ga populer


Penyesalan ini lumayan membekas sampe pas tahun lalu gue menuliskan courage sebagai salah satu value gue

What we regret the most is typically what matters to us


In summary, penyesalan itu ga enak in the short term

Kalau emang mau dirasain sedihnya, then go for it

Setelah itu pikirin gimana caranya penyesalan ini bisa bantu kita buat ningkatin kualitas keputusan, improve performance, dan juga memahami apa yang sebenernya bermakna buat kita


So, what’s next?

Dari buku the Power of Regret by Daniel Pink, gue belajar 3 tips gimana sih untuk bisa mendapatkan manfaat sebanyak mungkin dari sebuah penyesalan


Tips 1: Lihat ke dalam

Ketika kita menyesal, sering kali kita jahat sama diri kita sendiri

Kita ngatain diri kita bego lah, selalu sial lah dan kata lain yang mungkin kita ga enak diomongin ke orang lain

Instead, kita diajak buat menormalisasi kesalahan


Salah adalah bagian yang wajar dari menjadi manusia

Ketika nyesel ga ngambil psikologi, pelan pelan gue coba memaafkan diri gue

Gue memahami saat itu gue masih belum matang dalam mengambil keputusan


Tips 2: Sharing ke luar

Ketika memiliki penyesalan, kita sering kali ingin menyimpannya rapat-rapat

Nah ini ternyata kontraproduktif karena kita merasa dihantui


Dari Dan Pink gue belajar tentang pentingnya untuk sharing penyesalan kita, supaya lebih plong aja

Lo bisa sharing di media sosial. Kalo ga pede sharing gimana?

Boleh coba tulis di kertas atau google docs, rekam voice note, atau curhat ke sahabat terdekat


Tips 3: Lihat ke depan

Hal yang kita sesali itu ada di masa lalu dan itu ga bisa diubah

The least thing we can do adalah belajar dari pengalaman itu

Kenapa?

Pain + Reflection = Progress


Penyesalan yang menyakitkan bisa jadi modal untuk kita bisa terus bergerak dan maju

Dari penyesalan gue ga masuk psikologi, gue memilih untuk lebih aktif sharing soal personal development


Gue juga janji untuk mengurangi pengambilan keputusan dengan proses yang terburu-buru dan hanya berlandaskan rasa takut

Gue jadi belajar mengambil keputusan dengan konstruktif dan memikirkannya matang-matang

Kalau lo mau share penyesalan yang lo alami tapi belum punya wadah, feel free untuk balas email ini ya.


Content of The Week

Gimana enggak, tiap hari lunch, ngobrol dan kerja bareng. Ketika temen gue resign, gue juga jadi limbo. Tapi gue sadar itu berhasil jadi momen reflektif untuk mengevaluasi karir gue. Gue ceritain lengkapnya di konten ini.

Ketika mau lanjut S2, kita sering mikirin 2 hal ini. Gimana caranya keterima di kampus X dan gimana caranya dapat beasiswa S2. Kita melewati 3 pertanyaan pondasi yang harusnya kita jawab lebih dulu.

Jangan jadikan interview hanya sebagai ajang untuk mengenalkan diri lo ke perusahaan. Tapi manfaatkan itu untuk mengenal calon manager lo. Ada 6 pertanyaan kunci untuk mengecek apakah lo bisa kerja sama dengan baik atau nggak dengan manager lo.

Dulu gue benci banget sama bos yang micromanage. Gue merasa ga punya kebebasan untuk bekerja dengan cara gue sendiri. Akhirnya gue ngobrol sama HRD dan dia ngasi saran yang keren banget.

3 views0 comments

Comments


bottom of page