top of page

Keluar dari rasa takut untuk mengambil resiko karir dengan melakukan exercise ini | #17

Dan dapatkan free template di akhir postnya



Sebelum memulai, gue mau minta maaf dulu karena newsletter ini baru dikirim hari Minggu instead of hari Sabtu.

Ada beberapa hal yang terjadi di luar prediksi gue sehingga gue baru sempet ngerjainnya sekarang

Semoga tetap bisa bermanfaat mengisi weekend lo ya


For this week gue mau share topik yang sering kejadian tapi belum banyak didiskusikan secara publik yaitu menghadapi ketakutan dalam mengambil resiko karir


Let me start dengan sebuah personal story


Pengalaman gue dengan ketakutan dalam karir

Gue dulu takut bangun bisnis. Karena bangun bisnis berarti gue melakukan perubahan signifikan di karir gue.

Sebelumnya gue udah nyaman sebagai pekerja kantoran dan rolenya, ketika bangun bisnis berarti gue harus mulai dari nol lagi.


Meskipun skill dan experience gue kepake, tapi dinamika bisnis beda dengan jadi pekerja kantoran.

Ada masa di mana gue takut gagal, apalagi ketika membayangkan cost yang ga sedikit untuk terjun di dunia bisnis. Mulai dari pengorbanan resign dari job lama, uang, energi, dan waktu yang gak bisa kembali kalo bisnis gue gagal.


Ini beberapa hal yang gue alami:

  • Overthinking terus-terusan

  • Menunda-nunda pengambilan keputusan dan tindakan

  • Main aman untuk menghindari risiko bukan mempertimbangkan risiko

  • Minta advice terus ke orang lain, tapi gak pernah eksekusi

  • Cemas dan gelisah

Gue mencari cara untuk keluar dari ketakutan ini.

Salah satunya dengan meneliti orang orang yang gue sangat look up.

Gue baca bukunya, tonton videonya, dan denger podcast interviewnya.

Dari situ gue belajar satu hal


Mereka tetap merasakan takut tapi mereka belajar untuk ga menjadikan ketakutannya sebagai hambatan untuk melangkah

Dari situ gue jadi penasaran terus gimana ya caranya buat melangkah di tengah ketakutan

Dari situlah gue ketemu Youtube video dari salah satu author favorit gue yaitu Tim Ferris, yang nulis buku 4-Hour-Workweek


Di video itu dia sharing sebuah framework bernama fear setting

Introducing: Fear Setting

Gue suka dengan cara yang dipakai sama Tim Ferriss, penulis buku The 4-Hour Workweek yang diberi nama "Fear Setting".


Fear setting adalah latihan refleksi terstruktur untuk bantu lo membuat keputusan ketika ketakutan menghambat langkah lo.

Langkah-langkah Fear Setting


1. Tulis ketakutan lo

Jangan hindari "rasa takut" justru rangkullah rasa takut itu.

Di langkah ini, lo akan menjabarkan 3 hal:

  • Define Gambarkan semua skenario terburuk yang lo takutkan.

  • Prevent Jelaskan cara untuk mencegah terjadinya skenario terburuk tadi.

  • Repair Jelaskan cara problem solving ketika skenario terburuk itu jadi kenyataan.

Setelah itu nilai setiap skenario terburuk yang lo tulis dengan skala 1-10 (1=dampak minimal; 10=dampak maksimal).


2. Tulis manfaat yang lo dapatkan kalau take action

Tulis semua manfaat yang berpotensi lo dapatkan ketika mengesampingkan rasa takut dan fokus melakukan sesuatu

Nilai juga manfaat positif itu dengan skala 1-10 (1=dampak minimal; 10=dampak maksimal).


3. Tulis konsekuensi ketika lo lambat / tidak bertindak

Apa cost yang lo keluarkan ketika lambat atau tida bertindak?

Explore kondisi emosional, fisik, finansial, dan berbagai potensi dampak di aspek-aspek kehidupan lo.

Jabarkan dalam 3 interval waktu yaitu 6 bulan, 1 tahun dan 3 tahun.

Buat mempermudah prosesnya, gue dah siapin templatenya yang bisa lo download di bawah ini



Kenapa ini efektif?

  • Ketakutan itu lebih "mematikan" daripada ketidaktahuan atau ketidakmampuan.

  • Ketakutan bikin kita sulit mengeksekusi plan dan itu artinya gagal bahkan sebelum memulai.

  • Ketakutan bikin kita membesar-besarkan risiko dari suatu tindakan, sebaliknya meremehkan benefit yang didapat jika bertindak.

Ketika bisa mengelola ketakutan dengan baik, kita membuka pintu pertama untuk eksekusi.

Memulai sesuatu terasa lebih ringan dan mental lebih siap menghadapi konsekuensi yang akan terjadi di masa depan.

Best of luck buddy!


Content of The Week

Banyak orang resign bukan karena gak suka pekerjaannya, tapi ga sreg sama managernya. Masalahnya ga semua orang punya pilihan resign. Nah kalo lo lagi kerja bareng bos yang toxic tapi ga bisa resign, bisa coba 5 solusi ini.

Tiap kali lo kepikiran untuk menyerah, coba deh pakai strategi ini. Terkadang kita menyerah karena faktor emosional. Udah terlalu capek, stres, dan buntu karena gak tau problem solvingnya. Strategi 1 detik bantu lo handle situasi paling sulit dengan cepat dan optimis.

Kita sering terpapar narasi untuk sukses di karir harus punya performance yang bagus. Ternyata, gak cukup dengan itu. Menurut riset, ada dua komponen lain yang jarang diperhatikan padahal punya kontribusi besar untuk kesuksesan kita.

Buat yang lagi consider untuk career switching bisa nonton video ini. Gue bahas mulai awal, apa itu career switching, cerita perjalanan gue, dan alasan yang tepat untuk ganti karir. Lo bisa share juga pengalaman lo dan pertanyaan seputar career switching di kolom komentar.

0 views0 comments

Comments


bottom of page