top of page

Solusi galau karir ketika lagi ga bisa sabbatical leave | #8

Dan dapatkan dalam downloadable pdf guidenya secara gratis



Belakangan ini gue ngobrol sama beberapa teman yang ada di persimpangan karir

Salah satu teman gue adalah seorang Ibu muda

kerja di sebuah perusahaan yang ngasi kesempatan belajar

Belum lagi managernya oke banget


At the same time kerjanya menuntut dia pulang paling cepat jam 8

Sehingga waktunya terbatas untuk bisa spend time sama anaknya

Dia lagi seriously mempertimbangkan buat cabut tapi belum tahu next stepnya akan ngapain


Gue pun pernah berada di situasi seperti ini

Situasi dimana gue merasakan misalignment dari apa yang gue cari dengan apa yang gue dapatkan di kerjaan


Di satu sisi pekerjaan gue menawarkan gaji yang oke, professional brand yang asik, dan juga kesempatan belajar

Di sisi lain, gue merasa ada yang kurang klik dengan pekerjaan tersebut


Gue mencoba untuk menggali perasaan ini satu level lebih dalam

Gue menanyakan,”emang apa sih yang mau lo pelajarin?”

Dari situ gue jadi sadar satu hal

Pekerjaan gue memberikan gue kesempatan belajar

Tapi belum tentu itu hal yang gue pelajari untuk jadi versi terbaik dari diri gue


Situasi ini bikin gue lebih ke trigger lagi

Gue mulai menanyakan,”emang versi terbaik dari diri gue itu seperti apa?”

Dari pertanyaan itu gue come up dengan jawaban ini


Sejak paham visi karir gue seperti ini, gue jadi makin selektif mengenai apa yang mau gue pelajari

Dari situ menentukan

  • perlu resign apa ngga

  • kapan enaknya resign

  • kalau resign ngapain

Jadi pertanyaan yang lebih mudah untuk dijawab


Saat ini gue lagi menantang diri gue sendiri untuk ga cuma mencari cara paling efektif untuk mencapai tujuan gue

Melainkan juga menikmati processnya

Di proses pencarian itu gue ketemu dengan buku yang paling populer tentang perencanaan karir yaitu “What Color Is Your Parachute”



Dari buku ini gue belajar tentang Flower Exercise, 7 aspek yang perlu kita tahu agar kita bisa memiliki karir yang sesuai dan menikmati prosesnya.


Ini adalah 7 pertanyaan berikut poin yang bisa lo refleksikan

Kalau mau versi pdfnya bisa download disini

1. Target, tujuan, atau misi dalam hidup

  • Apa tujuan tertinggi dalam hidup lo?

  • Apa yang ingin lo capai di pekerjaan?

  • Dampak apa yang ingin lo berikan buat dunia?

  • Apa value dan belief yang lo punya?

  • Apa masalah sosial yang ingin lo pecahkan dalam berkarir?


2. Bidang favorit

  • Apa topik yang menarik buat lo pelajari?

  • Apa bidang / sektor / industri yang lo sukai?

  • Apa skill yang ingin lo kembangkan jangka panjang?

  • Apa saja hobi yang lo punya?

  • Sebutkan buku, film, channel Youtube, atau akun media sosial yang lo sukai?


3. Transferable skill

  • Apa skill yang lo punya di pekerjaan sekarang?

  • Apa skill yang paling lo sukai dan kuasai?

  • Apa skill yang ingin lo kembangkan di masa depan?

  • Apa skill yang bisa ditransfer ke berbagai pekerjaan dan industri?

  • Pilih 10-12 dan urutkan dari yang paling lo sukai


4. Preferensi orang yang diajak kerja bareng

  • Orang-orang seperti apa yang lo sukai untuk kerja bareng?

  • Budaya dan lingkungan kerja seperti apa yang lo sukai?

  • Lebih suka lingkungan yang cenderung sama atau beragam?

  • Orang-orang seperti apa yang menginspirasi lo?

  • Apa sifat dan kepribadian yang lo hargai dari rekan kerja?


5. Preferensi kondisi kerja

  • Pilih perusahaan kecil atau besar?

  • Kerja 9 to 5 atau jam kerja fleksibel?

  • Bekerja sendiri atau bagian dari tim?

  • Hubungan kerja yang diinginkan?

  • Bersedia di micro manage atau nggak?


6. Preferensi jabatan dan gaji

  • Apa jabatan atau posisi yang lo inginkan?

  • Berapa gaji yang lo inginkan dan gambarkan level tanggung jawabnya?

  • Berapa target gaji bulanan dan tahunan?

  • Apa aja faktor penting ketika mempertimbangkan gaji? (Benefit di luar gaji)


7. Preferensi lokasi kerja

  • Pilih dekat dengan keluarga atau gak?

  • Kota besar atau kota kecil?

  • Negara mana yang lo sukai?

  • Pilih dekat pantai, hutan, gunung, atau pusat kota?

  • Seperti apa kondisi alam dan musim yang lebih lo sukai untuk bekerja?


Dari list ini gue paling intrigued sama nomer 4 (teman kerja). Dulu ketika milih kerjaan, gue ga mikir gue akan kerja sama siapa. Gue cuma mikir industri, perusahaan, dan department apa. Setelah merasakan punya teman kerja yang asik, gue merasa ini jadi pertimbangan sangat kuat mengenai pilihan karir gue ke depannya.


Makanya gue memilih untuk self employed, ngehire karyawan gue sendiri, dan collab sama orang yang sejalan karena itu ternyata ngasi gue engeri gede banget.


Kalau lo sendiri gimana? Coba share refleksi lo mengenai aspek yang paling menarik buat lo dengan reply ke email ini


See you next week!


Content of the week

Presentasi ke atasan bisa jadi pengalaman menegangkan. Padahal ini sebuah aktivitas kunci yang menentukan karir kita. Ini dia 5 step yang gue pakai setiap kali presentasi ke atasan, klien, termasuk ke C Level Executives

Nah kalau flower exercise cocok untuk rencana karir jangka panjang, framework ini cocok banget untuk menentukan your next career move

Pertama kali mimpin project, gue langsung hajar aja. Padahal kalau paham sedikit aja teorinya maka gue bisa menghindari kesalahan yang tidak perlu. Ini dia rekomendasi 10 buku PM versi gue

Ada momen dimana kalau malem gue menunda waktu tidur dan scrolling aja di kasur. Fenomena ini dinamakan Revenge Bed Time Procrastination. Yuk pahami cara menghindarinya

Di awal karir, gue pengen secepetnya jadi manager. Ketika akhirnya jadi manager, gue sadar kalau gue ternyata belum betul betul siap. Ini 3 hal yang sebaiknya lo persiapkan kalau mau jadi manager

Kalau newsletter ini di forward ke elo, consider subscribing supaya bisa dapat tips karir setiap minggunya langsung dikirim ke inbox lo

2 views0 comments

Comentarios


bottom of page