top of page

Kebiasaan Toxic Gue Kurangin Belakangan Ini | #2



Di awal karir, gue suka bergosip tentang orang lain yang lebih sukses

Kurang lebih bunyinya kayak begini

“Wah gila banget ya dia di umur 27 tahun udah jadi C Level”

“Eh keren banget ga sih dia masuk list Forbes 30 Under 30”

“Eh denger denger dia gajinya udah 3 digit loh.”


Itu adalah sedikit dari beberapa hal yang muncul ketika gue ngobrol sama teman lama

Di satu sisi beneran kagum sama orang orang yang bisa sukses di usia muda

Apalagi kalau gue tau benar dulu situasi mereka seperti apa


At the same time, ga memungkiri adanya perasaan negatif yang muncul

Mulai dari iri hati kenapa gue ga ada di posisi mereka

Insecure kenapa gue merasa diri gue gini gini aja

Hingga perasaan blaming sistem yang menurut gue ga adil


Ada momen di hidup gue ketika gue tau orang yang gajinya lebih gede dari gue padahal lebih gabut, gue merasa emosi

Gue merasa dunia kok ga adil banget ngasi reward ke orang orang tersebut.

Gue lupa turning momennya apa tapi at one point gue memutuskan kalau


Membandingkan diri sendiri sama orang lain itu ga ada habisnya


Buruknya gue ada habit kalau orang itu gue udah susul, gue akan cari pembanding lain yang memotivasi gue

Akibatnya no matter apa yang gue udah accomplish, gue ga pernah merasa cukup


Membandingkan diri sama orang lain itu ga adil buat diri kita sendiri


Sejak sekolah kita dibiasakan dengan keadaan kalau kita punya similar starting point

Mulai sekolah di hari yang sama, belajar yang sama, ujian yang sama

Sementara itu di dunia kerja kita ada starting point yang berbeda


Menang ataupun kalah sama sama negatif


Ketika gue menang dibandingkan orang lain, apa sih manfaatnya?

Kepuasan sesaat doang bahwa gue memenagkan sesuatu

Even ketika menang, ada dampak negatif yaitu gue cuma bisa merasa cukup kalau gue menang

Dan gue cenderung menilai kualitas seseorang dari pencapaian dia

Menurut gue ini ga sehat dan ga sejalan sama nilai yang mau gue anut


Dari kesadaran itu gue jadi belajar beberapa hal

Lesson 1: Kita yang ngeset timeline buat kita


Bukan orang tua, sodara, tetangga, temen, atau netizen.

Kita juga berhak memutuskan kalo kita gamau punya timeline

Sukses di usia muda memang jadi hal yang sensasional karena tidak biasa

Justru karena tidak biasa, jadi kurang adil kalau kita menjadikan itu sebuah standard


Buat lo yang mau punya timeline, saran gue fokus sama process goal instead of output goal

Instead of fokus mau punya duit 1 M di umur 30 tahun

Coba pasang target mau nabung berapa banyak setiap bulannya

Itu jauh lebih actionable karena kita yang pegang kendali


Lesson 2: Setiap orang punya starting point yang berbeda


Ngeliat orang lain yang mulai kerja di umur yang sama bikin kita mikir kalau kita punya starting point yang sama

Bisa jadi dia dimodalin bapaknya, udah rajin baca buku dari jaman kita masih hobinya main, atau bahkan udah mulai bikin usaha sampingan kecil kecilan

Kita ga akan bisa tau secara presisi apa yang bikin orang lain ada di titik dia sekarang


Instead of sirik sama mereka, coba belajar apa yang bikin mereka sukses

Gue masih suka sirik sama content creator yang kontennya B aja tapi kenapa viewnya jauh lebih banyak dari gue

Sering gue punya victim mindset yang bilang kalau ah dia mah emang artis aja

Setahun belakangan gue lagi coba membangun habit untuk terus mengamati dan belajar apa yang bisa gue tiru dari mereka


Lesson 3: Pilih inner circle kita dengan hati hati


Ketika kita sekolah, pertemanan kita berbasis dengan jarak

Kita deket sama tetangga kita

Kita berteman baik sama temen yang satu sekolah bareng bareng

Nah cara ini perlu direvisit ketika kita udah mulai berkarir


Ketika kita mulai berkarir, kita akan punya prioritas yang berbeda beda

Ada yang mengejar jenjang karir, ada yang mau bangun usaha, ada yang mau pensiun dini, ada yang gamau apa apa

Pilihlah inner circle yang bisa bantu lo selangkah lebih dekat sama tujuan yang lo mau


Bukan berarti musuhan sama mereka yang ga sejalan

Melainkan spending way more time dengan mereka yang sejalan dan sevisi

Jadi apa yang akan lo lakukan setiap lo merasa insecure melihat orang yang lebih berpengalaman dari lo?


Content of the week


Gue dapat banyak banget pertanyaan di twitter soal topik ini. Daripada gue jelasin sepotong, gue bikin aja videonya. Di sini gue jelasin step by step tutorial untuk bisa mulai freelancing tanpa harus ninggalin full time job lo


Awalnya gue suka banget Psychology of Money dari Morgan Housel. Setelah baca I Will Teach You to be Richnya Ramit Sethi, gue ternyata lebih suka. Cek summary nya ya siapa tau lo juga suka


Gua pernah mengalami kegagalan dalam karir mulai dari dipecat, bertengkar dengan atasan, hingga gagal mendeliver suatu project. Setiap kali mengalaminya, gue melakukan 5 step ini yang bisa lo coba juga


Biarpun udah deliver presentasi ribuan jam, tetep aja gue suka grogi. Untuk mengatasinya, gue menggunakan teknik yang satu ini. Hintnya: Cristiano Ronaldo


Have a great week!

1 view0 comments

Коментарі


bottom of page