top of page

Cerita gue gagal mengeksekusi project sesuai ekspektasi atasan | #10

Dan 5 lesson yang berguna buat lo kalau lo menghadapi situasi serupa



Gue pernah mengalami situasi dimana gue ga sadar kalau gue diminta mengerjakan hal yang di luar tanggung jawab gue

Beberapa tahun yang lalu, ada sebuah project baru di kantor

Project ini adalah sebuah project kunci yang diinisiasi oleh salah satu C Level Executive


Dia berhasil mengumpulkan beberapa volunteer untuk mengeksekusi project ini

Lalu dia pun mencari seorang Program Manager (versi lebih senior dari Project Manager) untuk memimpin project ini

Sewaktu gue melihat projectnya, gue sangat tertarik buat take part

Gue dapat kesempatan untuk kerja sama C Level, kolaborator yang oke, dan project yang menantang


At the same time, gue merasa insecure mengenai kemampuang gue untuk mengerjakan project tersebut

Gue lalu mengadakan kick off untuk membahas arahan dari project tersebut

Dari kick off tersebut udah cukup kebayang mengenai apa aja yang perlu kita lakukan

Lalu kita pun membagi tugas di antara kita semua


Setelah beberapa bulan projectnya berjalan, kami ga membuat progress seperti yang kami harapkan sebelumnya

Padahal gue sebagai Program Manager udah bikin timeline yang jelas, check in secara berkala, dan bahkan kerja sampai weekend

Si C Level ini juga sangat involved dengan ngasi masukan berkala dan selalu nanya apa yang dia bisa bantu


Ga cuma itu, project ini bikin wellbeing gue turun banget

Gue merasa kok gue ngerjain project tapi ga keliatan progressnya

Gue juga jadi mempertanyakan apakah gue good enough untuk ngelead project ini


Situasi ini bikin working team memutuskan untuk melakukan retrospektif

Retrospektif adalah proses dimana kita merefleksikan perjalanan project so far sehingga bisa melihat dengan lebih objektif bagaimana sebaiknya next step yang kita ambil


Dari hasil retrospektif tersebut gue mendapatkan 5 buah lesson berharga

Lesson 1: Ruang lingkup projectnya terlalu luas

Semakin ditelusuri, ternyata kami mencoba memecahkan masalah struktural dengan pendekatan taktikal.

Ga heran biarpun banyak hal yang kita lakukan, dampak yang kita hasilkan ga seberapa

Dari situ kami belajar kalau kami mengunderestimate skala project yang kami kerjakan pada saat itu

Terus kenapa ga diselesaikan dong masalah strukturalnya?


Lesson 2: Paham batasan dari kapasitas project

Untuk memecahkan masalah struktural, kami membutuhkan tim yang full time

Sayangnya saat itu tim kami isinya orang orang yang volunteer

Gue udah coba untuk minta kapasitas tambahan tapi belum dapat

Sehingga kita harus realistis mengenai seberapa banyak output yang bisa kita deliver


Lesson 3: Manage ego

Dari hasil retrospektif tim, kami menyampaikan penemuan kami kepada C Level tersebut

Jujur ini ga mudah karena kami kan maunya terlihat bisa diandalkan mengerjakan semua masalah oleh atasan kita

Nah kalau kita memilih untuk keliatan sok kuat, malah berbahaya buat kita semua.

Akhirnya kita menyingkirkan ego dan sharing apa adanya sama beliau


Lesson 4: Great leaders listen and understand

Waktu kita jelasin ke leader tersebut, dia terlihat kecewa tapi paham dengan situasi yang kita hadapi

Buat gue personally, gue makin respect sama dia karena artinya dia bukan tipe leader yang gamau tau

So situasi kayak gini tuh bagus banget untuk stress test seberapa oke leader yang kita punya


Lesson 5: Go slow to go fast

Kami pun sepakat untuk melambakan progress di project tersebut sambil menunggu langkah selanjutnya dari leader kita

Leader kita akhirnya berhasil mengumpulkan sebuah tim yang mau ful time untuk menyelesaikan masalah tesebut


Gue join ke tim tersebut dan membantu menyelesaikannya

Pengalaman tersebut probably salah satu pengalaman paling stressful yang gue hadapi di kerjaan


At the same time, reward secara skill project management, stakeholder management, dan stress managementnya se oke itu

Gue sengaja share ini ke temen temen semua supaya lo bisa menggunakan lesson yang gue pelajari sebagai tool untuk menghadapi situasi serupa

Dan setiap kali lo merasa gagal dalam mengerjakan sebuah project baru, you are not alone


We get your back buddy 🙂

Content of the week

Di beberapa situasi, kita bisa kok menolak arahan dari atas. Tentunya dengan pertimbangan yang matang dan demi kebaikan bersama. Sayangnya, gak semua orang berani dan tau caranya. Gue share 5 step untuk say no ke bos dengan respectful di video ini.

Selama ini kita diajarkan bahwa untuk jadi bahagia kita perlu kerja keras sehingga bisa sukses. Psikolog Harvard merombak habis-habisan formula itu. Ternyata ada formula kesuksesan yang lebih valid dan 5 tips untuk mencapainya.

Kita sering mengira keberuntungan itu seperti suatu hal yang ajaib dan tidak bisa dikontrol. Setelah gue membaca buku “Chase, Chance, and Creativity” gue sadar ternyata keberuntungan itu bisa diciptakan. Ada 4 jenis keberuntungan dan cara mengupayakannya.

Banyak informasi yang membahas cara manager mengelola bawahan, tapi jarang banget yang membahas tentang cara bawahan mengelola atasan. Gue menerapkan ilmu managing up ketika menghadapi konflik dengan atasan. Gue cerita lengkap di sini.

1 view0 comments

Comments


bottom of page