top of page

Cara berpikir strategis di pekerjaan untuk middle manager dan individual contributor |#45

Updated: May 14



Hi buddy!

Beberapa waktu yang lalu, gue ngobrol sama petinggi perusahaan

Dia mengapresiasi tim membernya yang sangat proaktif dalam mengeksekusi


At the same time, dia berharap agar timnya bisa mengeksekusi dengan lebih strategis

Komentar ini cukup sering gue temui baik sewaktu gue bekerja kantoran

Maupun saat gue sekarang sudah mendirikan usaha gue sendiri


Di episode ini kita akan bahas

  • Definisi berpikir strategis

  • Kenapa berpikir strategis bukan hanya untuk pimpinan perusahaan

  • Manfaat berpikir strategis untuk manager dan individual contributor

  • Tiga langkah yang bisa lo lakukan untuk mengasah kemampuan berpikir strategis

Let’s dive in

Apa itu berpikir strategis?

Berpikir strategis adalah keahlian dalam melihat situasi secara utuh, mempertimbangkan berbagai alternatif beserta dampaknya, dan menentukan prioritas untuk menjawab tujuan yang ingin dicapai


Ada 3 komponen utama dalam berpikir strategis

Melihat situasi secara utuh

Banyak orang menyangka kalau berpikir strategis dimulai dengan ide. Padahal untuk benar benar berpikir strategis kita perlu untuk memahami situasinya terlebih dahulu. Seringkali hal ini tidak mudah dilakukan karena kurangnya waktu, tekanan kerja, dan adanya bias di dalam pola pikir kita.


Mempertimbangkan berbagai alternatif dan dampaknya

Salah satu jebakan dalam berpikir strategis adalah keinginan untuk langsung mendapatkan jawaban yang benar. Nyatanya untuk berpikir strategis, kita perlu mempertimbangkan beberapa alternatif dan memahami pro dan kontra dari alternatif tersebut. Jangan sampai kita memilih suatu strategi karena kita tidak paham betul efek samping dari strategi tersebut


Menentukan prioritas untuk menjawab tujuan

Pada esensinya, strategi adalah memprioritaskan hal yang menjawab tujuan kita. Idealnya kita memiliki prioritas sesedikit mungkin. Kalau memang kita harus memiliki lebih dari satu prioritas, maka kita perlu berpikir keras mana nih yang benar benar menjawab tujuan kita. Tidak jarang kita perlu untuk menghentikan apa yang selama ini kita kerjakan karena ga lagi menjawab tujuan kita.


Kenapa berpikir strategis bukan hanya untuk pemimpin perusahaan?

Mungkin disini lo bertanya tanya

Kan berpikir strategis itu urusan para pimpinan perusahaan ya

Kalau gitu mereka aja dong yang sebaiknya berpikir strategis?


Disini gue mau menjelaskan 4 level of strategy dengan contoh Apple

  • Corporate strategy Contoh: Gimana supaya Apple memiliki keunikan dibandingkan perusahaan lainnya?

  • Business strategy Contoh: Gimana supaya iPhone memiliki keunikan di premium market?

  • Functional strategy Contoh: Gimana supaya biaya produksi iPhone bisa ditekan tanpa mengkompromikan kualitas dan standard keamanan kerja?

  • Operational strategy Contoh: Gimana supaya iPhone bisa mendapatkan supplier berkualitas yang memberikan harga kompetitif dan mematuhi standard keamanan kerja?


Dari sini kita masih bisa turunin lagi jadi level yang lebih granular

Let me pick an example yang dekat dengan kehidupan kita di pekerjaan

Meeting

Pernah ga sih lo ikut ke sebuah meeting dimana

  • Lo gatau itu meeting tentang apa

  • Lo ga clear mengenai apa kontribusi lo di meeting itu

  • Alur meetingnya ga jelas dan ngalor ngidul


Masalah ini timbul ketika meeting host tidak berpikir strategis dalam merencanakan meetingnya

Merencanakan meeting strategis dilakukan dengan:

  • Menentukan apakah tujuan dari meeting tersebut

  • Mempertimbangkan apakah meeting cara yang tepat untuk mencapai tujuan itu. Bisa jadi lebih efektif kalau dikirimkan lewat email.

  • Mengkurasi agenda dan peserta dari meeting tersebut


Dari penjelasan ini gue harap lo dapat gambaran kalau

Berpikir strategis itu bukan hanya tanggung jawab pemimpin perusahaan, melainkan seluruh anggota organisasi

Hanya aja ruang lingkupnya akan berbeda beda tergantung level dan juga domain ekspertis dari masing masing individu.


Berpikir strategis itu bukan berarti ngawang yang ga real

Penerapan berpikir strategis bisa dalam konteks merencanakan meeting dengan seksama

Manfaat berpikir strategis buat manager dan individual contributor

Ini akan bikin lo makin produktif, punya relationship yang baik sama atasan, dan juga kolega lo

Dengan berpikir strategis, lo bisa mengerjakan tugas lo dengan lebih efektif dan efisien

Lo bisa menghasilkan output yang sama dengan input yang lebih sedikit

Bayangin bisa dapat keputusan dari 1 meeting yang sat set instead of 3 meeting yang ga jelas


Lo juga bisa menjadi lawan berpikir untuk atasan lo

Kebanyakan atasan seneng punya tim member yang ga cuma iya iya aja

Mereka senang menawarkan perspektif yang menantang pemikiran mereka


Lo juga bisa jadi influencer di kantor lo

Lo bisa dikenal sebagai orang yang punya pola pikir yang menyatukan berbagai departemen

Di dalam organisasi yang semakin fluid, ini aset penting supaya ga terjebak dalam politik kantor


Nah mungkin lo wonder kalau orang yang membawa pola pikir baru rentan dimusuhi

Emang betul kalau kita bawa pola pikir baru maka besar kemungkinan ada resistensi

Disinilah penting untuk kita belajar gimana mengkomunikasikan strategi

Let’s save that for another episode ya

Let me know in the comment / reply kalau lo mau gue bahas ini

Cara untuk mulai berpikir strategis

Step 1: Pahamin situasi secara holistik

Ketika menghadapi masalah, kita sering lompat ke solusinya

Ini pendekatan yang sesuai untuk masalah dalam skala kecil dan mendesak untuk dikerjakan

Untuk masalah yang besar coba kita cari informasi dulu sebelum memutuskan


Beberapa informasi yang biasanya akan lo butuhkan

  • Apa tujuan dari project yang gue kerjakan?

  • Apa tujuan dari bisnis / departemen yang menaungi gue?

  • Apa data yang gue butuhkan saat ini?


Kalau lo adalah seorang atasan, tahan urgensi untuk langsung minta solusi dari tim lo

Instead, coba tanya dulu situasi apa yang dia hadapi

Bisa jadi lo dan tim member lo belum memiliki kesepamahan akan situasi yang dihadapi

Step 2: Pertimbangin berbagai opsi

Ketika lo udah punya gambaran mengenai situasinya, barulah cari opsi

Jangan sampai lo terjebak dengan mental block yang bilang ini ga bisa itu ga bisa

Mulai dengan list 10-20 opsi yang lo punya saat ini


Untuk mendapatkan opsi lo bisa mencoba beberapa hal

  • Tanya sama Chat GPT dan Gemini, pastiin prompt lo jelasin konteksnya ya

  • Benchmark dari industry practices

  • Nanya sama kolega, sebisa mungkin lakuin ini setelah lo usaha sendiri


Bonus kalau lo juga mempertimbangkan tidak hanya manfaat

Melainkan efek samping dari opsi yang lo punya

Sehingga lo berpikir 2-3 langkah ke depan


Sebagai atasan, lo bisa banget menchallenge tim lo untuk mikir out of the box

Instead of come up dengan jawaban berdasarkan pengalaman lo

Lo bisa coba nanya ke mereka mengenai ide apa yang mereka punya

Dengerin aja dulu biarpun terdengar bodoh

Step 3: Menentukan prioritas dengan mempertimbangkan eksekusi

Di step ini, kita perlu belajar untuk mengatakan ya sama hal yang membawa kita ke tujuan kita

Dan mengatakan tidak kepada hal yang tidak sesuai

Tentu saja hal ini easier said than done


Kenapa?

Karena seringkali ada 3-5 hal yang dianggap penting untuk bisa dikerjakan


Untuk menghadapi situasi ini, penting untuk menjawab pertanyaan ini:

  • Apakah 3-5 hal itu sama pentingnya untuk menjawab tujuan kita? Kalau jawabannya iya tanpa ada analisis lebih lanjut, mungkin perlu dianalisis dulu deh

  • Kalau memang semuanya sama penting, apakah mereka perlu dilakukan secara bersamaan? Seringkali kita bisa menyesuaikan memundurkan timeline atau menentukan kualitas minimum dari hal yang kita kerjakan

  • Apakah kita memiliki sumber daya untuk mengesekusi hal ini? Jangan sampai top performer burnout karena mereka terus menerus diberi pekerjaan


Kebanyakan strategi gagal bukan karena strateginya jelek

Melainkan karena tidak mempertimbangkan faktor operasionalnya

Inilah yang gue bahas lebih jauh di artikel ini


Sebagai atasan, lo akan sangat diapreciate sama tim lo kalau lo mau tau situasi di lapangan

Ketika tim lo ngasi alasan operasional, jangan cuma bilang “bisa ga dipercepat?”

Pahami situasinya, problem solving bareng, dan adjust strategi bila diperlukan

What’s next

Semoga dari post ini lo dapat gambaran mengenai penerapan berpikir strategis dari sudut pandang manager dan individual contributor


Kalau lo adalah manager dan individual contributor, coba deh pelan pelan dibangun skill berpikir strategisnya.

Kalau lo adalah HR / Business Leader, yuk kembangin skill berpikir strategis dari manager dan individual contributor di organisasi lo

Kalau lo mau explore mengundang gue untuk bawain sesi di tempat lo, langsung aja kontak disini ya


Best of luck buddy!

Content of The Week

Gue mengamati banyak orang sukses punya satu ciri yang sama. Mereka selalu relevan dengan perkembangan zaman. Ternyata ada 1 habit yang bikin mereka punya kualitas itu.

Banyak tips jadi manajer yang hebat, tapi sedikit yang bahas cara jadi bawahan yang keren. Padahal caranya ga sesimpel patuh sama bos dan aturan. Gue bahas cara managing up dengan 8 tipe manager yang berbeda.

Dulu ketika kerja kantoran gue ga suka ikut banyak meeting. Gue merasa banyak waktu terbuang dan jadi mengorbankan waktu untuk deep thinking. 3 tips bikin meeting lebih efektif.

Dapat penghargaan bukan satu-satunya indikator lo high performer. Biasanya high performer punya kontribusi lebih luas dan kadang ga punya penghargaan formal. Ini 3 kualitas yang biasa mereka punya.

9 views0 comments

Comments


bottom of page